Wednesday, September 1, 2004

Cahaya


Tak mungkin hanya bisikan angin dan gerimis
Rasa itu bersama dirimu ada di hatiku, terlukis
Dan entah bagaimana
Kau menjadi perapianku yang senantiasa menyala
Lalu terbayang sore tadi, kupandang langit mendung
Sendu, namun kauhangatkan jiwa, 'buatku tersenyum
Ya, entah bagaimana apimu menembus setiap celah di hatiku
Ajaib, namun lalu ‘ku tahu
Kaulah bara yang nyalakan semangat dan harap
Kaulah cahaya
Yang 'buatku melihat cinta.

No comments:

Post a Comment