Tuesday, September 19, 2006

Jatuh

Bila terus kepak sayapku ini
Akankah kepadamu aku nanti?
Atau sendiriankah aku?

Di puncak pohon anggur, yang lain berdansa
Dan aku harapkan sayap-sayap patah
Supaya mereka hantamkanku ke satu cendana di suatu fajar
Membawaku berguling-guling di hamparan mawar dan lili mekar
Juga batu, lalu memar?
Atau ke padang lumut dan jamur payung

Ah, aku rindu terjun ke kaki gunung
Cemara tak berdaun dan embun perak yang kuminum
Adakah mereka masih di sana?
Atau hanya kaktus biru dan merah muda kini?
Apapun –
Bukankah bila berdarah aku hanya akan menangis
Dan bila tergores aku hanya akan mengaduh
Karena mungkin, kau ‘kan menangkap jatuhku?

No comments:

Post a Comment