Aku dan Suara
Aku
Yang membisu dalam ramai dan suara
Yang menebak mengapa harus kutebak apa
Di balik remang
Ketika aku duduk diam di tengah – katakanlah, cahaya
Yang bertanya tentang makna lupa dan terluka
Yang melukir jiwa – bahkan bukan hanya dengan tinta
Yang sekali lagi mengingat
Hanya untuk mengecup lara
Suara
Dan tanya terbaring atasmu dan tawa
Atau atas harta
Atas ‘ku untuk menggali makna
Jadi diamlah
Karena bahkan malam tak mampu menjawab
Berapa dalam kata dan jiwa
Adakah sama dengan hati dan aku?
Yang sekali lagi menggurat tanpamu
Yang berlindung di balik bisuku.
No comments:
Post a Comment