Nyanyian Senja Burung Gereja
Terbang dan selamanya menghilang
Burung gerejaku – nyanyian senjanya
Ia yang kembali pada musimnya
Kembali bersama bisunya
Karena lewat waktu kini
T’lah kupelajari nada-nada yang dulu disenandungnya
Nada yang tak sadar mampu kudengar
Yang lalu selalu
Bergema dan bergaung di antara tebing hati
Sesuatu dengan hatiku, namun,
Burung gereja tak pernah tahu
Kapan aku mulai bernyanyi.
Sayap patahnya membawanya terbang terlalu cepat
Pada senja kala ia hadiahkan lagunya untukku
Lalu, untuk selamanya melesat
Suara merdu dan hadirnya kini adalah yang kurindu
Waktu yang kucari ‘tuk sembuhkan hati yang dulu rapuh
Burung gereja
Bersama waktunya ia kunjungi aku
Dan malam ini sekali lagi bertamu
Tanpa lagu
Senja dan suaranya – ‘ku tahu – ‘tuk selamanya takkan kembali
Karena kini
Aku yang bernyanyi.
(photo source: http://www.flickr.com/photos/rhool/3055666680/)
No comments:
Post a Comment