Monday, January 31, 2005

Nyanyian Senja Burung Gereja


Terbang dan selamanya menghilang
Burung gerejaku – nyanyian senjanya

Ia yang kembali pada musimnya
Kembali bersama bisunya
Karena lewat waktu kini
T’lah kupelajari nada-nada yang dulu disenandungnya
Nada yang tak sadar mampu kudengar
Yang lalu selalu
Bergema dan bergaung di antara tebing hati

Sesuatu dengan hatiku, namun,
Burung gereja tak pernah tahu
Kapan aku mulai bernyanyi.
Sayap patahnya membawanya terbang terlalu cepat
Pada senja kala ia hadiahkan lagunya untukku
Lalu, untuk selamanya melesat

Suara merdu dan hadirnya kini adalah yang kurindu
Waktu yang kucari ‘tuk sembuhkan hati yang dulu rapuh

Burung gereja
Bersama waktunya ia kunjungi aku
Dan malam ini sekali lagi bertamu
Tanpa lagu

Senja dan suaranya – ‘ku tahu – ‘tuk selamanya takkan kembali
Karena kini
Aku yang bernyanyi.

(photo source: http://www.flickr.com/photos/rhool/3055666680/)

No comments:

Post a Comment