Lembutnya Angin
Dan bayangnya ialah angin yang mengejarku
Bilakah aku berhenti ia pun ‘kan diam?
Karena dulu aku berjalan dan rindukan hembusannya
Karena hingga kini karena ia lah aku bernapas
Begitu sulitkah memeluk hasrat atasnya?
Kuterbangkan berjuta bersama geraknya
Andai aku menengadah
Mungkinkah kulihat yang dititipkannya pada awan?
Angin, begitu lembut ia berbisik
Kadang aku malah tak sadar apa yang diucapnya
Namun selalu, setelah ‘ku sadar,
Ia membawaku menari dalam dunianya
Terhanyut antara harapku dan geraknya
Antara berontakku dan belaiannya
Lembutnya angin
Ia t’lah terbangkanku jauh dari pijakanku
Akankah ia bawa ‘ku jadi dirinya
Atau kemudian lepaskanku ke bawah, buat aku jatuh?
Aku ingin jadi dia.
No comments:
Post a Comment