Wednesday, February 16, 2005

Musim di Atas Perahu


Katakanlah hujan –
Hujan dan sungai dan perahu –
Sampan dan kertas yang ‘naungimu
Juga tetes air dan gelombang yang hanyutkan aku

Berapa lamakah sembilan musim berlalu?
Karena mereka dulu pergi
Lalu bagaimana, kenapa kembali?

Nyanyian gerimis dan rumpun bambu
Dan air terjunmu alirkan kembali musim-musim itu.
Ya, kaulah yang duduk di perahu
Dan arus itu lalu hanya hanyutkan aku
Tak pernah, tak bisa ia bawa aku ke sungaimu
Selalu, hanya ke muara dan samudera dan terapung

Kau, yang duduk di perahu
Yang sejak dulu menjaring warna, namun tak pernah biru,
Atasmu kah musim ini berawal?

Karena musim yang lain datang dan selalu sama
Karena hujan yang lain membawa sungai yang baru
Namun gelombangnya tetap ombang-ambingkan aku.

No comments:

Post a Comment