Thursday, September 29, 2005

Menyusuri Sungai


Waktu kini mengalir bebas dan ringan
Saat aku mengayuh perahuku sendirian
Kadang gelombang sungai masih membentuk wajahmu
Namun lembar-lembar daun lalu terjatuh
Dan bayangmu memudar, hilang entah ke mana

Kadang kudengar teratai berbisik tentang kita
Aku tidak menjawab. Perlukah?
Jawaban yang mereka cari sedang kutuju di muara itu
Dan bila kincir air memutar lagu kita dulu
Aku diam mendengarkan
Nada-nada itu terdengar merdu kini

Kurasa, kau adalah sehembus angin yang menyeberangi sungaiku
Dingin ketika kau datang di antara tebing dan air terjun, dulu
Dan di musim semiku kini adalah sepercik kesejukan
Kesegaran kala arus sungai mengalir terlalu pelan

Pujangga, kadang ingin aku menangkap kembali burung-burung kertas yang kaukirim
Sayap-sayapnya yang patah terhempas angin
Namun seperti kaulihat, aku tetap mengayuh ke depan

Mungkin bila nanti aku telah sampai di muara itu
Aku ‘kan kembali menengok pada memori tentang dirimu
Saat itu kau pun akan tahu
Aku tidak lagi sendirian.

No comments:

Post a Comment