Saturday, April 1, 2006

Setetes Gerimis yang Kusimpan


Kau tak pernah tahu
Kusimpan setetes gerimis dari hujan yang kaukucurkan
Gerimis itu adalah mata air bagi dahagaku
Juga air mata yang diam-diam tertitik kala sepiku

Tak seharusnya hati ini singgah
Ketika mawar bermekaran di tamanmu
Tak seharusnya memperhatikan butir-butir air yang kausiram
Ketika aku tahu ‘kan tenggelam dalam keindahannya
Dan kini
Tetes gerimis itu menegukkan berliter harap pada anganku
Memercikan hasrat saat aku bahkan tak boleh merasa

Kau tak tahu
Kusimpan tetes gerimis itu di musim dinginku
Terperangkap di dalamnya
Sementara aku memandang hujanmu membasuh kelopak mawar di ladang ungu
Berharap dalam keputusasaanku yang paling dalam:
Andai mawar itu aku.

No comments:

Post a Comment