Thursday, October 26, 2006
Mengejar Matahari
Layaknya sepercik api di tengah badai aku mengejarnya
Langkah-langkahnya yang tak berjejak di atas awan
Selincah notasi angin anggun auranya menggelitik belantara anganku
Meloncat, berlari,
Menapakkan bayang-bayang mimpi yang kuburu
Bukankah dalam bayangan kristal hujan aku dan dia sama?
Andai kutebas jarum-jarum waktu,
Takkan berlari aku menghampirinya
Kini kala ia bertingkah aku terpana
Di tengah badai ia teriak, mencuri
–tersenyum, menari
Dan tangisnya seakan nyanyi matahari
Mataku menggapai jauh gelak tawanya
Mengikuti geraknya bersama harap benang-benang api
Namun, ke manakah aku mengejarnya?
Di tengah badai ia lah bidadari
Dan memandangnya aku ingin menangis
Layaknya sepercik api aku mengejarnya –
Kami tak pernah sama.
No comments:
Post a Comment