Tuesday, December 12, 2006

Dunia di Balik Kaca


Nyanyikan untukku sebuah keheningan.
Di dalam stoples kaca,
Bunga-bunga salju seakan percikan api yang hangatkan aku.

Bilakah aku teriak kau mendengar?

Temani aku bermain sepatu luncur, maukah?
Atau biarkan aku berdansa seorang diri
Nada-nada waltz mengalun pasti dalam benakku.
Sampai lantai es terkikis nanti,
Dinding-dinding kaca ini takkan pecah, biarkan aku pergi

Dengarkan aku, maukah?
Kata mutiara yang terucap bagai molekul air yang membeku.

Bosankah temani aku duduk sejenak?
Langit-langit kristal kadang mengulas senyum
Taburkan bintang-bintang salju, bisikkan aku
“Apa yang kaucari?” tanyanya.
Di dinding kaca, sosokmu hanyalah bayang-bayang.
“Entahlah.”

No comments:

Post a Comment