Memelukmu
Ada saat ketika aku ingin kembali
Memelukmu
Menarik garis-garis mimpi yang menelan realita
Tahu bahwa di antara sensasi dan perbedaan dimensi,
Waktu… ya, hanya akan berlalu
Rasa itu adalah cahaya yang terurai jadi senjaku
Menembus translusensi hati, mengajakku tersenyum
Sebentuk partikel di sela-sela gelombang keraguan
Yang meluncur lalu jatuh
Tahu bahwa ia ‘kan selalu mendapatiku menangkapnya
… dulu
Saat itu hinggap detik ini
Ketika dispersi emosi menyisakan rindu
Namun rasa adalah jarak yang tak boleh kutempuh
Kau selalu adalah terang di setiap mimpiku
Sudut ke mana hati ini dapat mengadu
Andai hati berfluoresensi – kau pun mengerti –
Ingin aku memelukmu
Karena denganmu, waktu,
Ya, hanyalah waktu.
No comments:
Post a Comment