Sunday, December 24, 2006

Intro: Komposisi Sebuah Hati


Bagaikan musisi yang memilin benang-benang nada
Lalu menganyamnya dalam partitur emosi

Legato, dan bintang berkelap-kelip dalam keheningan
Refrein yang kusenandungkan antara cahaya bulan dan tetes embun
Di sela-sela sunyinya kadang ikut beryodel nyamuk dan berstaccato jarum jam
Sering aku hanya terpana dalam lembut nyanyiannya
Menikmati malan yang… ah, bahkan lebih enak dari secangkir latte.

Mezzopiano nyanyikan untukku sebuah romantic waltz
Dengan denting piano atau petikan akustik gitar
Bersama iringan strings dan rangkaian bunga-bunga pelangi
Banyak rindu kudongengkan atas iramanya.

Lalu ada gerimis yang merintik dalam sebuah balada
Kunci minor dan aku ikut menangis
Atau fortissimo – saat itu kuteriakkan seriosa guntur dalam akapela

Jutaan nada, suara, dan irama
Dan di tengah atmosfer orkestranya kucoba bercerita
Menyeleksi, merajut kata yang mampu mainkan melodinya
Dalam puisi.

No comments:

Post a Comment