Sunday, September 18, 2011

Untitled


Kesal, sayang dan kecewa
Namun adakah rasa kini masih miliki makna?

Cinta itu sedikit absurd dan terlampau sentimentil
Seperti rumpun bambu yang mengalun di negri asing
lalu curi-curi mengecup hatimu
atau dawai yang menggetarkan kita berdua
lalu di antara hening
memeluk aku

Mungkin juga
Cinta itu terlampau absurd dan kurang peka
Sebagaimana ia menyeberangi dua negara, dua dasawarsa
Mengemas dirinya dalam satu wadah bernama ‘kita’
Lalu seakan amnesia terhadap hukum logika
Hanya tahu bahwa dirinya
butuh diterima

Nada-nada pun mengerti
Cinta tak kenal perbedaan waktu atau dimensi,
sedikit absurd dan terlampau sentimentil
atau perbandingan terbalik keduanya
Tapi kau ingin realistis dan logis
Bukankah kita sendiri terlampau ajaib buat itu semua?

Kau bisa mencoba
Mungkin bambu bisa berdawai
Bisa bergetar dan menghasilkan nada dengan benar
Atau kau bisa berlogika
Dengan rumus bahagia dan pola usia
Bahwa kita tidak seharusnya bersama.

Lalu kita takkan pernah tahu.

No comments:

Post a Comment